Berita

Tiga Klomtan Pandanarum Terima Bantuan

BANJARNEGARA-Tiga kelompok tani di Kecamatan Pandanarum yaitu Bangun Karya Desa Pasegeran, Ngalap Berkah Desa Sirongge dan Klomtan Anti Retak Desa Lawen menerima bantuan dari Pemkab. Banjarnegara melalui Dinas Pertanian, Perikanan Dan Peternakan.

Klomtan Bangun Karya menerima bantuan program SLPTT dan Klomtan Anti Retak menerima bantuan berupa program BLBU berupa benih padi jenis Inpari 13 dan Ciherang sebanyak 15 ton, sedangkan Klomtan Ngalap Berkah menerima bantuan benih ikan Nila Sultana sebanyak 2500 ekor. Sementara 1 buah hand tractor juga di serahkan kepada Gapoktan Desa Pandanarum. Bantuan di berikan secara simbolis oleh Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada acara sedekah bumi di Lapangan Desa Pandanarum Sabtu (13/10) kemarin.

Camat Pandanarum Setyo Hadi Purnomo mengatakan bantuan lainnya untuk optimalisasi lahan bagi ketiga kelompok tani tersebut adalah berupa pupuk organik sebanyak 7,6 ton dan bantuan 1,5 ton benih jagung hibrida, bantuan lahan demplot Rp. 43 juta serta bantuan jaringan irigasi pedesaan.

“Kami minta kelompok tani yang lain segera mengajukan bantuan pertanian, jika memenuhi kriteria Pemkab akan merealisasinya,” kata Setyo.

Di Pandanarum juga terdapat banyak kelompok tani wanita namun belum semuanya menjalankan kegiatannya karena belum sesuai dengan program yang dibuat masing-masing klomtan.

“Saya berharap kedepan Klomtan wanita bisa lebih berperan aktif menjalankan kegiatan kelompok, jika mengalami kesulitan bisa di konsultasikan kepada kelompok lain yang sudah maju, ajukan juga proposal jika hal itu dianggap perlu,” tambah Setyo.

Bupati Banjarnegara Sutedjo pada kesempatan tersebut mengatakan sesuai dengan visinya di bidang pertanian Pemkab akan mengoptimalkan potensi pertanian. Berkaitan dengan hal tersebut Bupati Sutedjo meminta kepada kelompok tani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian untuk mengoptimalkan kegiatannya.

“Pemkab siap membantu program pertanian dalam arti luas, peran kelompok tani dan gapoktan sangat diharapkan guna mendukung visi tersebut,” kata Sutedjo.

Terkait dengan sedekah bumi, Bupati Sutedjo meminta agar tradisi tersebut jangan sampai hilang. Sedekah  bumi merupakan tradisi budaya nenek moyang yang harus dipelihara.

“Sebagai wujud  ungkapan rasa syukur kepada-Nya atas limpahan rizki yang telah di limpahkan, Sedekah bumi merupakan tradisi Jayan yang harus terus di uri-uri,” pungkasnya.(**anhar)

Sumber : https://banjarnegarakab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.